|

1. 1. Apakah alasan Telkom harus mengadakan transformasi? Mengapa dipilih transformasi, bukan cara restrukturisasi, reformasi atau cara lainnya? Jawab: Transformasi perusahaan didorong oleh beberapa hal. Pertama adalah perubahan dari lifestyle, gaya hidup pelanggan. Kita kan hidup dari pelanggan, kalau gaya hidup pelanggan berubah kita juga harus ikut berubah. Kedua, yang juga vital adalah perubahan dari sisi teknologi. Teknologi dulu yang hanya narrowband menjadi broadband. Dari yang fixed menjadi mobile. Ketiga yang juga tidak kalah drastis adalah perubahan peta kompetisi. Pemegang lisensi dulu hanya satu, sekarang sebelas. Keempat, telekomunikasi sendiri sudah menjadi komoditas biasa. Keempat, faktor ini yang memberi inspirasi tentang where are we going. Dipilih transformasi, karena perubahan kali ini merupakan perubahan fundamental, tidak hanya portofolio bisnis yang berubah, tetapi juga organisasi Telkom turut berubah. Perlu juga saya tegaskan, bahwa transformasi yang kita lakukan sekarang justru ketika perusahaan dalam kondisi puncak. Ini sebabnya kita memilih transformasi bukan restrukturisasi ataupun reformasi. Kedua pilihan terakhir ini biasanya ketika perusahaan mengalami kemunduran atau krisis.
Perubahan menjadi mutlak ketika lingkungan bisnis, teknoloi dan gaya hidup berubah. Perubahan ini juga untuk mengantisipasi gaya hidup masa depan. Karena itulah Telkom berubah dari separate provider ke single provider dan ditetapkan TIME (Telecommunication, Information, Multimedia dan Edutainment) sebagai portofolio bisnis baru. Perubahan fundametal tak bisa dielakkan ketika Public Switch Telephone Network (PSTN) sedang menghadapi fase menurun seiring berubahnya gaya hidup masyarakat. Karena itu Telkom perlu melakukan merevitalisasi. Tujuannya menjaga pertumbuhan kompetitif Telkom secara berkesinambungan. Walau begitu, Telkom tetap menjaga bisnis tradisionalnya dengan cara mengoptimalkan jaringan kabel tetap (fixed wireline) termasuk termasuk penyelarasan layanan seluler dan fixed wireless access (FWA) memisahkan FWA sebagai unit bisnis tersendiri serta merampingkan portofolio anak perusahaan. Kami berharap dengan fokus berbasis TIME akan membuat Telkom menguasai 60% pendapatan bisnis New Wave pada tahun 2014.
2. Tepatnya kapan transformasi mulai dilakukan dan kapan direncanakan akan selesai? Jawab: Secara resmi Telkom bertranformasi bersamaan dengan Hari Jadi ke-153, 23 Oktober 2009 lalu. Saat ini sedang berjalan menurut tahapan-tahapan yang direncanakan. Kita berharap, proses transformasi akan berjalan lebih cepat dengan hasil sebagaimana yang diharapkan. 3. Apa saja lingkup transformasi Telkom kali ini? Apakah selain business, organisasi Telkom juga mengalamai transformasi? Dapatkah kami mendapat gambaran lebih kurang ada berapa langkah aksi dalam reformasi? Jawab: Bila dirinci transformasi kali ini meliputi empat hal. Pertama, transformasi bisnis dan produk dari POTS (derivative product), multimedia service atau biasa juga disebut FMM (Fixe, Multimedia, Mobile) menjadi TIME (Telecommunication, Information, Multimedia dan Edutainment). Kedua, Transformasi infrastruktur untuk memenuhi requirement. Ketiga, transformasi system, mulai dari sistem billing, monitoring, jaringan dan customer. Keempat, Transformasi sumber daya manusia. Transformasi yang keempat, yakni transformasi SDM adalah yang paling berat. Sistem dan alat bisa dibeli, tetapi tidak dengan SDM. Mengingat hal ini sangat besar dan fundamental maka culture-pun berubah. Ini harus melekat pada seluruh karyawan dan stakeholder. Karenanya, Telkom sekaligus mengubah corporate identity. Sebagai perlambang perubahan besar.
4. Menurut Bapak, bagaimana stake holder Telkom, seperti P2TEL harus mengantisipasi transformasi itu? Jawab: P2TEL sebagai bagian dari keluarga besar Telkom tentu sangat kami harapkan dan sangat kami hargai untuk turut mengawal transformasi tersebut. Dari rekan-rekan senior yang bergabung di P2TEL, kami berharap bisa turut mensosialisasikan transformasi ini baik kepada anggota P2TEL maupun keluarganya. Dari para senior P2TEL juga mengharapkan masukan, karena transformasi Telkom tidak hanya menjadi kepentingan perusahaan tetapi juga seluruh pemangku kepentingan seperti P2TEL. 5. Banyak komentar positif tentang identitas/logo Telkom yang baru, lebih ramah, sederhana, ngepop, bahkan ada yang mengomentari lebih ”funky” pendek kata Telkom terkesan berani dalam perubahan logo ini. Bagaimana tanggapan Bapak? Jawab: Betul jika ada yang mengatakan corporate identity Telkom, termasuk logo terkesan funky, ngepop, fancy atau gaul kata anak muda jaman sekarang. Telkom memang ingin memberikan kesan kepada publik bahwa Telkom merupakan perusahaan yang lebih ramah (friendly) humanis dan terbuka terhadap pelanggan dan tentunya profesional. Corporate Identity (logo) Telkom Indonesia yang baru diciptakan berdasarkan strategi brand yang baru, yang didasari 5 Brand Values yang membentuk Brand Positioning. Brand Values merupakan nilai-nilai dasar brand yang wajib diamalkan dalam kehidupan seluruh insan Telkom Indonesia sehari-harinya. Brand Positioning “Life Confident” dibentuk berdasarkan 5 Brand Values tersebut dan merupakan pernyataan tentang posisi unik Telkom Indonesia sebagai brand.
Brand Values Heart – dengan hati melayani kebutuhan pelanggan dalam semua yang kita lakukan. Assured – keyakinan dalam tindakan kita, nilai-nilai, dan jaringan yang meningkatkan kepercayaan dan loyalitas. Progressive – progresif dan terdepan dalam teknologi, pemikiran, produk, dan customer service. Empowering – memberdayakan pelanggan, mitra, dan karyawan dalam menggapai aspirasi mereka. Expertise – keahlian yang dicapai dari pengetahuan yang dalam dan pengalaman yang teruji. Tagline ”World in your hand” bermakna luas dan sangat dalam. Kita ingin mengatakan bahwa informasi itu tidak hanya dapat diperoleh di internal dan regional saja tetapi di seluruh dunia kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi. Dunia bisa bisa disatukan begitu dekat, begitu nyata melalui internet. Jadi benar-benar informasi ini berada dalam genggaman tangan kita. Yang bisa mengantarkan semua itu adalah Telkom Indonesia. Karena kita punya segalanya. New corporate identity bukan sekadar logo tetapi kami ingin memperlihatkan kepada customer bahwa inilah karakter kami yang baru. Karakter itu lebih dari sekadar orang Telkom Indonesia tetapi juga mencakup budaya dan asosiasi dari customer dan karyawan Telkom. Sehingga terbentuk suatu culture. (Kang Fauzi)
|
Menurut saya (pribadi): * Sekian mil...
(lanjutan) * Upaya kemandirian sudah...
Pada dasarnya mereka semua sangat mem...
Berjuang untuk keadilan memang banyak...
(Lanjutan) Langkah pertama menciptaka...